MORFOLOGI
Morfologi merupakan
ilmu tentang morfem atau satu sistem dari suatu bahasa dalam arti luas sehingga
struktur kata yang senantiasa membentuk kalimat – kalimat tentu mengalami
perubahan – perubahan sesuai jenis kata atau makna yang dikehendaki oleh
penutur atau penulisnya.Morfologi merupakan linguistik mikro karena memiliki
peran penting dalam proses pembentukkan makna dan kombinasi – kombinasinya
untuk memberi tataran linguistik yang lebih tinggi,seperti
frase,klausa,paragraf,dan wacana.Morfem dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1. Morfem
Bebas
Adalah
morfem yang dapat berdiri sendiri dan memiliki arti.Morfem bebas dapat berupa
kata dasar,dapat juga pokok kata.
2. Morfem
Terkait
Adalah
morfem yang selalu melekat pada morfem lain atau dapat memiliki makna setelah
bergabung dengan morfem bebas.Sebagai contoh:ber,ter,me,di,se,-kan,per,-an,-kan,i,-wan,-man,-wati,ke-an,pe-an,se-nya,
dan sebagainya.
3. Morfem
Bebas
Secara
gramatik ada beberapa morfem yang tidak dapat berdiri sendiri,tetapi mempunyai
sifat bebas seperti halnya morfem yang dapat berdiri sendiri atau morfem
bebas.Morfem – morfem tersebut antara lain : pada,kepada,dari,daripada,tentang,sebab,karena,walaupun,meskipun,
dan sebagainya.
4. Morfem
sebagai Satuan Gramatikal Terkecil
Misal
terdapat kata perjamuan.Morfem jamu
merupakan morfem utuh,morfem ini tidak bisa dipenggal menjadi satuan gramatikal
yang lebih kecil lagi.Seandainya dipaksakan akam menjadi ja dan mu,maka tidak ada
pengertian yang diperoleh.Morfem inilah yang tidak bisa dibagi lagi menjadi
satuan gramatikal terkecil lagi.
5. Varian
Morfem atau Alomorf
§ Kriteria
Gramatikal untuk Satuan Kata
Kriteria gramatikal yang lain untuk
kata,yaitu kata sebagai bentuk bebas.Bentuk bebas artinya dapat digunakan
secara mandiri dalam bahasa.
§ Kata
variable dan kata invariable
Kata variable
adalah kata yang didalamnya terdapat perangkat yang berurutan dan teratur dari
kata – kata yang berbeda secara gramatikal.Contoh:jalan,pejalan,berjalan,menjalankan.Perangkat yang berurutan
tersebut disebut dengan paradigma.Kata invariable
terdapat dalam bahasa Indonesia,contoh:sajak
dan kapan.
Terdapat
juga jenis – jenis proses morfologis yaitu :
a. Afiksasi/Pertumbuhan
Afiks adalah proses morfologis dengan cara memberikan imbuhan baik berupa
awalan,sisipan,atau pada morfem lainnya.Misal kata lari bisa berubah melarikan,berlari-larian,berlari
dan lain sebagainya.Beberapa imbuhan bahasa indonesia yang dapat menjadi afiks
dalam proses afiksasi antara lain sebagai berikut :
a) Prefiks/imbuhan
awalan:me-,di-,be-,pe-,per-,ter-,se-,dan
ke-.
b) Infiks/imbuhan
sisipan:-el,-em-,dan-er
c) Konfiks/imbuhan
gabungan:ke-an,pe-an,per-an,ber-an,se-nya
d) Sufiks/imbuhan
akhiran:-an,-i,-kan,dan -nya
b. Reduplikasi/Bentuk
Ulang adalah perulangan bentuk atas suatu bentuk dasar.Bentuk baru sebagai
hasil perulangan bentuk lazim disebut kata
ulang.Misal: anak menjadi anak-anak,anak-anakan
Pada umumnya bentuk ulang
tidakmenunjukkan golongan kata,maka golongan kata bentuk ulang dilihat dari golongan
kata bentuk dasarnya.Golongan kata “bentuk ulang”sama dengan golongan “bentuk
dasar”-nya.Dengan demikian,jika
bentuk ulang kebetulan merupakan golongan “kata benda”maka dapat diketahui pula
bahwa bentuk dasarnya juga merupakan golongan kata benda.
c. Pemajemukan/Kompositum
adalah penggabungan kata dengan kata yang menghasilkan bentu-bentuk majemuk
atau kata majemuk.Misal: pisau menjadi
pisau cukur.
Adapun ciri – ciri kata majemuk
antara lain:
v Kedua
unsurnya menunjuk/membentuk/menimbulkan pengertian baru.Misal :matahari,meja hijau,kumis kucing,dsb.
v 
Hubungan antara kedua
unsurnya sangat erat dan rapat sehingga tidakdapat dipertukarkan atau
bolak-balik.Misal:panjang tangan tangan panjang,anak angkat angkat anak dsb.
v Hubungan
antar kedua unsur sangat rapat dan erat sehingga diantara keduanya tidak dapat
disisipi unsur lain.Misal :meja hijau
bukan berarti meja yang berwarna hijau.
v 
Hubungan antara kedua
unsur sangat rapat dan erat sehingga jika diberi afiks harus kena pada seluruh
kata dan tidak boleh disisipkan diantara kedua unsurnya.Misal :Mata Sapi mata sapinya bukan matanya sapi,ibu bapa beribu bapa bukan ibu berapa
Dalam pemakaian bahasa
Indonesia aneksi disebut juga “susunan serangkai”.Menurut C.A.Mees
(1983),aneksi adalah “dua kata atau lebih yang menjadi satu dengan rapat atau
erat tetapi tidak menimbulkan satu pengertian”.Jenis – jenis aneksi :
1. 

Terdiri atas dua
kataatau lebih yang hubungan keduanya sangat erat sehingga tidak dapat
disisipi.Contoh :pegawai pasar pegawai baru pasar, nyanian Tono nyanyian merdu Tono,lukisan Rani lukisan burung Rani.
Kalau
penambahan sisipan diantara unsur – unsur aneksi itu dipaksakan,maka makna yang
diperoleh menjadi berubah tidak seperti makna bentuk sebelumnya.
2. Hubungan
unsur dalam aneksi tidak menimbulkan pengertian baru.
3. Pengafikan
pada aneksi tidak kena pada seluruh kata.Pada majemuk kena pada seluruh kata.Contoh:obat nyamuk.Bentuk obat nyamuk tidak dapat dijadikan obatnya nyamuk,sedangkan obat
mata dapat dijadikan obatnya mata.Dengan
demikian obat mata adalah aneksi
sedangkan obat nyamuk adalah kata
majemuk.
4. Hubungan
kedua unsur dalam aneksi rapat sehingga tidak dapat diperlukan tempatnya.
Misal
:
·
Engkau
ambil(aneksi)
·
Engkau
datang(bukan aneksi)
Bentuk engkau ambil tidak dapat diubah menjadi ambil engkau,sedangkan bentuk engkau
datang dapat diubah menjadi datang engkau.Dengan
demikian engkau datang bukan aneksi
sedangkan engkau ambil adalah aneksi.
