Minggu, 10 Maret 2013

Tugas Portofolio I




 MORFOLOGI




Morfologi merupakan ilmu tentang morfem atau satu sistem dari suatu bahasa dalam arti luas sehingga struktur kata yang senantiasa membentuk kalimat – kalimat tentu mengalami perubahan – perubahan sesuai jenis kata atau makna yang dikehendaki oleh penutur atau penulisnya.Morfologi merupakan linguistik mikro karena memiliki peran penting dalam proses pembentukkan makna dan kombinasi – kombinasinya untuk memberi tataran linguistik yang lebih tinggi,seperti frase,klausa,paragraf,dan wacana.Morfem dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1.      Morfem Bebas
Adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan memiliki arti.Morfem bebas dapat berupa kata dasar,dapat juga pokok kata.
2.      Morfem Terkait
Adalah morfem yang selalu melekat pada morfem lain atau dapat memiliki makna setelah bergabung dengan morfem bebas.Sebagai contoh:ber,ter,me,di,se,-kan,per,-an,-kan,i,-wan,-man,-wati,ke-an,pe-an,se-nya, dan sebagainya.
3.      Morfem Bebas
Secara gramatik ada beberapa morfem yang tidak dapat berdiri sendiri,tetapi mempunyai sifat bebas seperti halnya morfem yang dapat berdiri sendiri atau morfem bebas.Morfem – morfem tersebut antara lain : pada,kepada,dari,daripada,tentang,sebab,karena,walaupun,meskipun, dan sebagainya.
4.      Morfem sebagai Satuan Gramatikal Terkecil
Misal terdapat kata perjamuan.Morfem jamu merupakan morfem utuh,morfem ini tidak bisa dipenggal menjadi satuan gramatikal yang lebih kecil lagi.Seandainya dipaksakan akam menjadi ja dan mu,maka tidak ada pengertian yang diperoleh.Morfem inilah yang tidak bisa dibagi lagi menjadi satuan gramatikal terkecil lagi.
5.      Varian Morfem atau Alomorf
§  Kriteria Gramatikal untuk Satuan Kata
     Kriteria gramatikal yang lain untuk kata,yaitu kata sebagai bentuk bebas.Bentuk bebas artinya dapat digunakan secara mandiri dalam bahasa.
§  Kata variable dan kata invariable
     Kata variable adalah kata yang didalamnya terdapat perangkat yang berurutan dan teratur dari kata – kata yang berbeda secara gramatikal.Contoh:jalan,pejalan,berjalan,menjalankan.Perangkat yang berurutan tersebut disebut dengan paradigma.Kata invariable terdapat dalam bahasa Indonesia,contoh:sajak dan kapan.
Terdapat juga jenis – jenis proses morfologis yaitu :
a.       Afiksasi/Pertumbuhan Afiks adalah proses morfologis dengan cara memberikan imbuhan baik berupa awalan,sisipan,atau pada morfem lainnya.Misal kata lari bisa berubah melarikan,berlari-larian,berlari dan lain sebagainya.Beberapa imbuhan bahasa indonesia yang dapat menjadi afiks dalam proses afiksasi antara lain sebagai berikut :
a)      Prefiks/imbuhan awalan:me-,di-,be-,pe-,per-,ter-,se-,dan ke-.
b)      Infiks/imbuhan sisipan:-el,-em-,dan-er
c)      Konfiks/imbuhan gabungan:ke-an,pe-an,per-an,ber-an,se-nya
d)     Sufiks/imbuhan akhiran:-an,-i,-kan,dan -nya
b.      Reduplikasi/Bentuk Ulang adalah perulangan bentuk atas suatu bentuk dasar.Bentuk baru sebagai hasil perulangan bentuk lazim disebut kata ulang.Misal: anak menjadi anak-anak,anak-anakan
Pada umumnya bentuk ulang tidakmenunjukkan golongan kata,maka golongan kata bentuk ulang dilihat dari golongan kata bentuk dasarnya.Golongan kata “bentuk ulang”sama dengan golongan “bentuk dasar”-nya.Dengan demikian,jika bentuk ulang kebetulan merupakan golongan “kata benda”maka dapat diketahui pula bahwa bentuk dasarnya juga merupakan golongan kata benda.
c.       Pemajemukan/Kompositum adalah penggabungan kata dengan kata yang menghasilkan bentu-bentuk majemuk atau kata majemuk.Misal: pisau menjadi pisau cukur.
Adapun ciri – ciri kata majemuk antara lain:
v  Kedua unsurnya menunjuk/membentuk/menimbulkan pengertian baru.Misal :matahari,meja hijau,kumis kucing,dsb.
v  Hubungan antara kedua unsurnya sangat erat dan rapat sehingga tidakdapat dipertukarkan atau bolak-balik.Misal:panjang tangan        tangan panjang,anak angkat         angkat anak dsb.
v  Hubungan antar kedua unsur sangat rapat dan erat sehingga diantara keduanya tidak dapat disisipi unsur lain.Misal :meja hijau bukan berarti meja yang berwarna hijau.
v  Hubungan antara kedua unsur sangat rapat dan erat sehingga jika diberi afiks harus kena pada seluruh kata dan tidak boleh disisipkan diantara kedua unsurnya.Misal :Mata Sapi        mata sapinya bukan matanya sapi,ibu bapa        beribu bapa bukan ibu berapa
Dalam pemakaian bahasa Indonesia aneksi disebut juga “susunan serangkai”.Menurut C.A.Mees (1983),aneksi adalah “dua kata atau lebih yang menjadi satu dengan rapat atau erat tetapi tidak menimbulkan satu pengertian”.Jenis – jenis aneksi :
1.      Terdiri atas dua kataatau lebih yang hubungan keduanya sangat erat sehingga tidak dapat disisipi.Contoh :pegawai pasar       pegawai baru pasar, nyanian Tono       nyanyian merdu Tono,lukisan Rani        lukisan burung Rani.
Kalau penambahan sisipan diantara unsur – unsur aneksi itu dipaksakan,maka makna yang diperoleh menjadi berubah tidak seperti makna bentuk sebelumnya.
2.      Hubungan unsur dalam aneksi tidak menimbulkan pengertian baru.
3.      Pengafikan pada aneksi tidak kena pada seluruh kata.Pada majemuk kena pada seluruh kata.Contoh:obat nyamuk.Bentuk obat nyamuk tidak dapat dijadikan obatnya nyamuk,sedangkan obat mata dapat dijadikan obatnya mata.Dengan demikian obat mata adalah aneksi sedangkan obat nyamuk adalah kata majemuk.


4.      Hubungan kedua unsur dalam aneksi rapat sehingga tidak dapat diperlukan tempatnya.
Misal :
·         Engkau ambil(aneksi)
·         Engkau datang(bukan aneksi)
Bentuk engkau ambil tidak dapat diubah menjadi ambil engkau,sedangkan bentuk engkau datang dapat diubah menjadi datang engkau.Dengan demikian engkau datang bukan aneksi sedangkan engkau ambil adalah aneksi.