Impian
Itu Bukan Kesalahan
Di
susun Guna Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Membaca Komprehensif
Pengampu
: M. Fakhrur Saifudin, M.Pd
Di
susun oleh:
Tivany Inggar Priatmie A310120083
PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAHSURAKARTA
TAHUN
2012/2013
Impian
Itu Bukan Kesalahan
A. Latar Belakang
Perahu kertas merupakan salah satu novel yang paling terkenal
sekaligus novel keenam dari karya Dewi Lestari.
Ia merupakan penulis yang novelnya cukup digemari oleh sang pembaca. Dee
begitu sapaanya yang terkenal, ia lahir pada Bandung, 20 Januari 1976. Ia juga
mendapat gelar pada tahun 2009 sebagai penulis novel perempuan paling terkenal
di Indonesia.
Sinopsis
Novel Perahu Kertas menceritakan tentang perjuangan dua orang yang
mengejar cita-citanya walaupun sebelumnya bukan menjadi dirinya sendiri. Kugy
adalah salah satu pemeran dalam novel ini. Ia merupakan gadis yang unik bahkan
tidak ada duanya. Kugy menganggap
bahwa dirinya merupakan utusan dari dewa Neptunus. Apabila ia ingin
menyampaikan atau bercerita sesuatu kugy
akan membuat sebuah tulisan dari kertas kemudian kertas itu dibuatnya menjadi perahu
. Perahu kertas yang berisikan pesan untuk Neptunus itu kemudian dihanyutkan ke
laut. Akan tetapi, setelah kepindahannya ke Jakarta ia jarang melakukan
rutinitasnya sehari-hari karena didekat rumahnya tidak ada lautan hanya ada empang.
Kugy sekarang akan memasuki kuliah perdananya. Rencananya ia akan
kuliah di Bandung. Selama disana ia
akan tinggal bersama Noni sahabatnya dari kecil. Baginya Noni bukan hanya
sekedar sahabat bahkan ia seperti orang tuanya karena kecerewetan Noni mirip
dengan ibu Kugy. Noni juga mempunyai pacar yang tinggal di Bandung juga. Eko
namanya, ia juga sahabat baik Kugy. Suatu saat, Eko mendapatkan sebuah kabar
kalau sepupunya yang dari Amsterdam akan kuliah juga di Bandung. Untuk itu
ketiga sekawan itu pergi ke stasiun untuk menjemput Keenan.
Dari pertemuan Kugy dan Keenan inilah awal cerita dari kisah
mereka. Setelah menjemput Keenan mereka semua langsung pulang menggunakan si
Fuad mobil kesayangan Eko, tetapi di tengah perjalanan mobil itu mogok ditengah
hujan yang lebat. Alhasil mereka bertiga pun mendorong si Fuad sampai kosnya
Kugy dan Noni.
Di kos tersebut Kugy dan Keenan mulai berbincang-bincang. Mereka
membicarakan cita-cita”bahwa untuk mengejar cita-cita kita harus keluar dari
diri kita”. Mereka berempat sering sekali pergi menonton film bersama bahkan
geng mereka dijuluki midnight . Suatu saat Noni dan Eko berniat menjodohkan
Keenan dengan Wanda sepupunya Noni. Mendengar kabar itu tentu Kugy merasa
sangat kaget. Setelah Wanda dan Keenan bertemu mereka banyak membicarakan tentang
lukisan, mungkin karena ayah Wanda merupakan salah satu pemilik galeri WARSITA. Wanda berjanji pada Keenan untuk memasukkan lukisannya ke galeri
milik ayahnya. Betapa sedih hati Wanda kerana lukisan orang yang ia cintai
tidak terjual. Ia mempunyai inisiatif
untuk membeli keempat lukisan itu tanpa diketahui Keenan.
Hubungan Keenan dan Wanda semakin dekat. Hal ini tentu membuat Noni
dan Eko sangat senang karena misi mereka berhasil. Hanya Kugy yang merasa sedih
dengan berita ini. Ia berniat mengajar anak di sekolah Alit, agar terhindar
dari Eko, Noni, bahkan Keenan. Untuk membuat motivasi belajar anak-anak, Kugy selalu membuatkan cerita
dengan tokoh murid-muridnya sendiri. Kugy membuat judul ceritanya Jenderal
Pilik dan Sakola Alit. Betul saja anak-anak sangat antusias. Kugy berniat
membuat buku cerita tetapi gambarnya sungguh jelek. Lalu, salah satu temannya
mengundang seseorang yang bisa melikus
dan orang itu ternyata Keenan.
Kugy sangat terkejut dengan kedatangan Keenan, ia berusaha menjauh
darinya ternyata malah dipertemukan lagi di sekolah ini. Disini Keenan
membuatkan sebuah cerita bergambar untuk anak-anak disana. Kugy semakin
terjebak dengan perasaannya sampai-sampai ia harus merelakan hubungannya dengan
Ojos putus. Ia pun semakin menghindari Keenan, Eko, dan Noni.
Hubungan persahabatan dengan Noni pun semakin renggang. Apalagi saat acara ulang tahun Noni. Ia
sangat kecewa karena sahabatnya tidak hadir dipesta itu padahal Noni akan
membarikan Kugy sebuah mendali yang bertuliskan “sahabat terawet”. Dilain pihak
Keenan juga sudah mengetahui bahwa Wandalah yang membeli semua lukisan itu.
Keenan kecewa dan sedih karena ia telah rela meninggalkan keluarganya dan kuliahnya hanya untuk mengejar cita-citanya
menjadi pelukis.
Hidup Kugy seperti tidak ada artinya lagi di Bandung, untuk itu ia
pun berniat untuk mengambil semester pendek. Dengan dibantu Eko ia menelesaikan
skripsinya sehinnga ia mendapatkan nilai yang memuaskan. Sejak saat Kugy tidak
hadir dipesta ulang tahun Noni, hubungan keduanya sangat renggang.
Kugy berencana bekerja disalah satu perusahaan Advokado. Ia untuk
sementara magang disana, suatu saat berkat ide cemerlangnya Kugy pun resmi
menjadi pegawai disana. Sejak saat
itulah hubungannya dengan Remi yang tak lain pemilik perusahaan tersebut
membuat para pegawainya cemburu. Sekian lama mereka berteman, Kugy pun terkejut
mendengar kesaksian Remi kalau ia menyukainya. Tanpa pikir panjang Kugy pun
menerimanya.
Noni diberi oleh teman kosnya sebuah kotak milik Kugy yang
tertinggal dikamarnya. Dengan berat hati Noni membuka kotak tersebut.
Didapatinya sebuah surat ucapan ulang tahun untuk seseorang, kemudian Noni
tersadar kalau surat itu untuk Keenan. Ia pun menangis karena telah salah
menilai Kugy, Noni mengerti mengapa Kugy menghindar darinya dan tidak datang
diulang tahunnya. Cukup lama mereka tidak saling berbicara hampir 3 tahun sudah
mereka tidak sling bicara. Akhirnya ia pun berniat menemui Kugy di Jakarta.
Noni menemui Kugy yang masih tertidur pulas, lalu tak segan ia pun
membangunkannya. Betapa terkejutnya Kugy melihat kedatangan Noni. Ia pun
menjelaskan maksud kedatangannya untu memeinta maaf. Mereka pun saling
berpelukan dan menangis bersama, lalu Noni mendali yang dulu akan ia berikan
kepada Kugy.
Keadaan Keenan yang sangat memprihatinkan, ia kemudian memutuskan
untuk tinggal di Bali bersama pak Wayan. Keenan
belajar melukis darinya, lalu lukisan Keenan
dibeli oleh Remi yang tak lain pacarnya Kugy. Keenan sangat senang karena
lukisannya bisa terjual. Dipesta pertunangan Noni dan Eko, tak terduga kalau
Keenan dan Kugy bisa bertemu lagi setelah sekian lama tak bertatap muka. Lalu
mereka bercerita, kalau sudah memiliki
pacar masing-masing. Usai pesta pertunangan, Keenan
mengajak Kugy kesesuatu tempat dengan syarat telepon genggamnya harus
dimatikan. Bagi Kugy, itu adalah penculikan paling indah sepanjang hidupnya.
Sesampainya dirumah, Kugy langsung menghubungi Remi. Ia sangat
marah pada Kugy karena tidak menghubunginya seharian. Kugy dan Keenan bermaksud
untuk melakukan kerja sama dengan menyatukan hobi mereka berencana membuat buku cerita.
Suatu hari Kugy berlibur ke Bali dengan Remi. Meski mereka berdua,
tetapi Kugy ingin sekali memotret keadaan di Bali sedangkan Remi lebih memilih
berkunjung di galerinya pak Wayan. Di sana Kugi bertemu dengan Ludhe yang
sedang membawa sesaji. Ia sangat kaget ketika difoto oleh Kugy. Ludhe pun diajak
berbicang dengan Kugy, mereka sangat akrab karenaLuhde
terkesan dengan Kugy yang begitu
ceria, menyenangkan, pintar, dan mandiri.
Semua kualitas yang ia dambakan.Sebaliknya, Kugy tersentuh dengan
kehalusan,kecerdasan, dan kedewasaan Luhde. Kugy berniat menuliskan
alamatnya yang ada di Jakarta, lalu Ludhe mengenali betul tulisan itu. Ia
ingat, buku yang sealu menjadi inspirasai Keenan saat ia melukis.
Kugy sedang asiknya melihat hasil foto-fotonya saat di Bali dan
menunjukkan kepada Remi. Tanpa sengaja Remi mengenali gadis yang ada di Foto
bernama Ludhe keponakan pak Wayan sekaligus pacar Keenan. Betapa kagetnya hati
Kugy kemudian ia lebih memilih mengasingkan diri di ruman kakaknya. Keenan pun
heran dengan keberadaan Kugy dan ia menemui Noni. Tanpa buang-buang waktu Noni
menceritakan kalau Kugy itu suka pada Keenan, kemudian ia pun menyusuli Kugy.
Ia menyatakan cintanya pada Kugy. Mereka tahu kalau sudah mempunyai pasangan
masing-masing, jadi mereka lebih memilih mempertahankan hubungannya dengan
pasangannya terdahulu. Meraka pun sama-sama lega karena yang mencintainya
adalah orang yang hebat.
Kebimbangan Remi terjawab sudah ternyata bayangan yang selama ini
membayangi hubungan mereka. Akhirnya ia menyampaikan pada Kugy kalau selamanya
saya selalu meminta kamu untuk mencintai saya, untuk itu carilah orang yang
tidak perlu meminta apa-apa tetapi memberikan segalanya. Saat Keenan menemui
Ludhe, ia sangat heran mengapa sifatnya sangat berbeda. Ludhe memandangi
pahatan kayu yang diberikan oleh Keenan. Ludhe menyadari yang ia miliki
hanyalah pahatan kayu yang berbebtuk hati saja bukan hati Keenan yang
sebenarnya. Ditengah lautan dengan menumpangi perahu kecil Kugy yang sedang
mengandung menghanyutkan perahu kertasnya yang terakhir untuk Neptunus.
Baginya, tiada mimpi-mimpi karena semua mimpi sudah mereka jalani.
B.
Jenis
Jenis Buku :
Fiksi
Judul Novel : Perahu Kertas
Harga : Rp 69.000
Halaman : 444
Penulis : Dewi Lestari
Editor :HermawanAksan
ISBN :
978-979-1227-78-0
Penerbit : Bentang Pustaka
C.
Penilaian
·
Teknik Comparing
Novel ini, juga
telah diangkat ke layar lebar. Tentu dengan pedoman Novel Perahu Kertas, namun
ada beberapa yang tidak diceritakan dalam film ini. Eko yang di dalam novel
diceritakan sebagai pengagum berat Kugy tidak diceritakan. Pertemuan Keenan
dengan Kugy pun berbeda dengan versi novelnya. Ketika saya membaca novel ini
dan membandingkannya dengan filmnya sungguh sangat berbeda.
Apalagi saat
Kugy sedang menjalani Skripsi yang didalam novelnya diceritakan bahwa ia
ditemani Eko. Saat pengumuman sudah keluar Kugy berhasil dengan nilai yang
memuaskan secara spontan ia memeluk Eko. Saat itu juga, Noni sebenarnya
berinisiatif meminta maaf pada Kugy dan memberikannya dukungan ia pun melihat
Kugy dan Eko sedang berpelukan. Ia cemburu pada Kugy, karena Eko sempat suka
padanya. Noni pun mengurungkan niatnya untuk meminta maaf pada Kugy dan
langsung pergi. Walaupun dari
settingan filmnya banyak yang sama dengan isi novel tersebut.
·
Keunggulan
Buku
Novel Perahu
Kertas yang disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami membuat pembaca mudah
memahami isi novel ini. Selain ceritanya yang menarik karena tidak hanya
menganggkat unsur percintaan saja, akan tetapi ada tema tentang persahabatan
dan impian didalam
novel ini.
·
Kelemahan
Buku
Dalam
penggunaan bahasa yang digunakan buku ini, terdapat kata-kata yang kurang
pantas untuk diucapkan. Apalagi saat menyapa terdapat kata kata “gila lu,
monyet, setan alas dan tokai berantakan”. Kata-kata ini sungguh tidak pantas
untuk diucapkan . Akhir ceritanya juga cukup membinggungkan karena masih
menggangtung. Banyak tokoh yang tidak diceritakan bagaimana akhirnya.
·
Kesimpulan

